Tim gabungan yang terdiri dari Tim Quick Response Lanal Nunukan, Satgas Ops Intelmar 26, Satgas Ops Samurai-26.I, Satgas Intelstrat Asahan 26 Bais TNI, BP3MI Kaltara, serta SGI Kodam VI/Mulawarman berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 14 (empat belas) orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non prosedural di Perairan Tinabasan, Nunukan, tepatnya di depan simpang tiga perbatasan Indonesia–Malaysia. Kamis (26/03/26).
Penggagalan ini merupakan Operasi tangkap tangan dari hasil patroli rutin yang dilaksanakan Tim Quick Response Lanal Nunukan bekerja sama dengan BP3MI Kaltara. Satu unit speedboat mencurigakan yang bergerak menuju wilayah perbatasan dan berupaya menghindari pemeriksaan, sehingga dilakukan pengejaran hingga berhasil dihentikan.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 14 CPMI non prosedural yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dewasa yang direncanakan akan diberangkatkan menuju wilayah Kalabakan, Malaysia tanpa melalui prosedur resmi. Selain itu, turut diamankan pihak yang diduga berperan sebagai calo dalam proses pemberangkatan tersebut.
Seluruh CPMI beserta barang bukti selanjutnya dilaksanakan penanganan lebih lanjut kepada BP3MI Kaltara sesuai ketentuan yang berlaku. Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen TNI AL bersama instansi terkait dalam menjaga kedaulatan wilayah perbatasan serta melindungi masyarakat dari praktik penempatan pekerja migran secara ilegal dan tindak pidana perdagangan orang.
Dispen Kodaeral XIII,
Koarmada RI




0 Komentar